Philips Peringati Kisah Klasik CD Pertama

Kisah perjalanan yang mengantarkan sebuah perusahaan mencapai kegemilangan tentu menjadi sejarah tersendiri bagi perusahaan tersebut. Hal inilah yang akan terus diingat oleh Royal Philips Electronics. Dua puluh lima tahun lalu bertepatan pada tanggal 17 Agustus 1982, Philip berhasil memproduksi Compact Disc pertama di dunia yang tampil dengan suara prima dan scratch free durability.
Dari produksi pertama di pabrik Philips di Langehangen, Jerman, kualitas CD semakin ditingkatkan hingga mengalami kemajuan yang jauh dari perkiraan sebelumnya. Sempat dikatakan bahwa produksi perdana keping CD  ini telah mengawali revolusi teknologi dalam industri musik. Analog yang dipakai sebelumnya, mulai saat itu telah berangsur berganti dengan digital. CD yang telah diproduksi Philips seolah bagaikan katalisator yang memberikan inovasi bagi perkembangan media penyimpanan yang lebih tinggi seperti DVD dan Blu-ray yang baru saja diperkenalkan akhir-akhir ini.

Dengan perubahan itu, masyarakat secara berangsur-ansur memperhatikan dengan pasti
perubahan yang terjadi pada teknologi hiburan. Bahkan tidak hanya dapat digunakan di dalam ruangan, namun juga di perjalanan.
CD pertama yang dicetak adalah THE VISITOR oleh ABBA yang bertempat di Pabrik Philips di Jerman. Tempat bersejarah milik Polygram ini telah memberikan nama baik sebagai tempat pencetakan CD pertama di dunia. Saat beredar pada bulan November 1982, CD yang diproduksi telah mampu menampung 150 judul yang sebahagian besar hanya terdiri dari kumpulan musik klasik.
Sebenarnya perencanaan awal pembuatan CD telah dilakukan melalui kerjasama antara Sony dan Philips. Tim ini terdiri dari beberapa tim ahli yang bertugas mendesain dan meneliti piranti audio digital yang saat ini kita kenal dengan CD. Keputusan penting yang diambil mengenai penelitian ini adalah penetapan ukuran dan diameter CD, berlanjut dengan kapasitas penyimpanan pada tiap-tiap keping CD. Kapasitas CD yang awalnya direncanakan berdurasi 60 menit akhirnya disepakati oleh kedua belah pihak unutk ditambah menjadi 74 menit. Ini dilakukan agar media ini dapat digunakan untuk mengakomodasi penampilan Beethoven 9th Symphony dengan lengkap. Setelah meneliti setiap segi tentang CD, akhirnya pada bulan Juni 1980, Sony dan Philips sepakat untuk mengatur spesifikasi standar untuk semua CD dan CD Room.
Keunggulan CD sangat mudah diterima oleh masyarakat di berbagai negara. CD dan CD Player pertama telah berhasil diperkenalkan dan memasuki pasaran Jepang pada bulan November, kemudian berlanjut menuju Amerika dan Eropa pada Maret di tahun berikutnya.
Semenjak beberapa tahun bersejarah itu, kepingan CD yang menjadi cikal bakal  aplikasi lain seperti CD-Rom, CD-R dan CD-RW, DVD, DVD R, DVD RW dan Blu-Ray telah beredar begitu banyaknya. Philips sendiri memperkirakan sejak pencetakan pertama di pabrik Philips dekat Hanover, Jerman, kepingan Cd telah terjual lebih dari 200 miliar keping di seluruh dunia. Dengan ketebalan hanya 12mm, jika dikumpulkan dan disusun sedemikian rupa, maka tumpukan ini dapat mengelilingi bumi sebanyak tiga kali. Jumlah itupun diperkirakan akan lebih besar. Dedet Pratama Dinata (kapanlagi.com)

Leave a Reply